Lawan Kata Kaya

Isilah *titik-titik di bawah ini* dan mohon dijawab dengan jujur dan cepat.

1. Allah *menciptakan tertawa* dan
(……….??)

2. Allah itu *mematikan* dan
(…………??)

3. Allah itu *menciptakan laki-laki* dan
(…………??)

4. Allah itu memberikan *kekayaan* dan
(………..??)

*_Bagaimana jawabannya ?_*

Gampang kan ?

Sebagian besar jawaban ternyata memang benar, tapi hanya untuk point 1-3 saja.
Sedang untuk jawaban No.4
Ternyata mayoritas salah.

*KENAPA ???*
Sekarang mari kita bahas.

Mayoritas kita tentu akan dengan mudah menjawab :
1. Tertawa dan (Menangis)
2. Mematikan dan (Menghidupkan)
3. Laki laki dan (Perempuan)

Tapi bagaimana dengan no.4 ?

Apakah benar jawabannya adalah Kemiskinan..?

Nah untuk mengetahui jawabannya, mari kita lihat rangkaian firman Allah dalam Surah An-Najm ayat 43-45, dan 48, sbb:

*Jawaban no 1*
:ﻭَﺃَﻧَّﻪ ﻫُﻮَ ﺃَﺿْﺤَﻚَ ﻭَﺃَﺑْﻜَﻰ
“dan Dia-lah yang menjadikan orang *tertawa dan menangis.*”
(QS. An-Najm:43)
👍👍👍

*Jawaban no 2*
:ﻭَﺃَﻧَّﻪُ ﻫُﻮَ ﺃَﻣَﺎﺕَ ﻭَﺃَﺣْﻴَﺎ
“dan Dia-lah yang *mematikan dan menghidupkan.*”
(QS. An-Najm:44)
👍👍👍

*Jawaban no 3*
:ﻭَﺃَﻧَّﻪُ ﺧَﻠَﻖَ ﺍﻟﺰَّﻭْﺟَﻴْﻦِ ﺍﻟﺬَّﻛَﺮَ ﻭَﺍﻟْﺄُﻧﺜَﻰ
“dan Dia-lah yang menciptakan berpasang-pasangan *laki-laki dan perempuan*. ”
(QS. An-Najm:45)
👍👍👍

*Jawaban no 4*
:ﻭَﺃَﻧَّﻪُ ﻫُﻮَ ﺃَﻏْﻨَﻰ ﻭَﺃَﻗْﻨَﻰ
“dan Dia-lah yang memberikan *kekayaan dan kecukupan.*”
(QS. An-Najm:48)
✋✋✋

Ternyata jawaban yang no 4 kita sdh berburuk sangka kpd Allah

Sesungguhnya Allah hanya memberikan _*kekayaan dan kecukupan*_ kepada hamba-hamba Nya bukan kemiskinan seperti yang telah kita sangkakan.

استغفرالله العظيم

Ternyata yang *menciptakan kemiskinan* adalah diri kita sendiri. *Kemiskinan itu selalu kita bentuk dalam POLA PIKIR kita*.

Itulah hakikatnya, mengapa orang-orang yang pandai bersyukur walaupun hidup cuma pas-pasan tapi ia tetap bisa tersenyum:)?
Karena ia merasa cukup, bukan merasa miskin seperti kebanyakan orang lainnya.

Juni 10, 2016 at 1:40 am Tinggalkan komentar

“MENGAPA KITA SERING “CAPEK” DI DUNIA INI…?”

Copas dari grup TE98, postingan dari Sdr Moochin. Untuk pengingat diriku.

Beginilah al-Qur’an bertutur, membuat sebuah panduan yang berharga untuk setiap muslim, bahwa apa yang kita tuju menentukan cara kita untuk sampai kepadanya……

(1). URUSAN Berdzikir (Sholat), perintahnya adalah “Berlarilah!”

“Wahai orang yang beriman, apabila kalian diseru untuk menunaikan sholat Jum’at, maka BERLARILAH kalian MENGINGAT Allah dan tinggalkanlah jual beli.” (QS. Al-Jum’ah : 9)

(2). URUSAN Melakukan Kebaikan, perintahnya adalah “Berlombalah!”

“Maka BERLOMBA-LOMBALAH dalam berbuat KEBAIKAN.” (QS. Al-Baqarah : 148)

(3). URUSAN Meraih Ampunan, perintahnya adalah “Bersegeralah!”

“Dan BERSEGERALAH kamu menuju AMPUNAN dari Tuhanmu dan menuju SURGA…” (QS. Ali Imron : 133)

(4). URUSAN Menuju Allah, perintahnya adalah “Berlarilah dengan cepat!”

“Maka BERLARILAH kembali ta’at kepada ALLAH.” (QS. Adz-Dzaariyat : 50)

(5). TAPI… URUSAN Menjemput Rizki (Duniawi), perintahnya HANYALAH “Berjalanlah!”

“Dialah yang menjadikan bumi mudah bagimu, maka BERJALANLAH di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari RIZKI-Nya.” (QS. Al-Mulk : 15)

Semestinya kita memahami, kapan kita perlu BERLARI, atau menambah kecepatan lari kita, atau bahkan CUKUP BERJALAN saja.

Jangan-jangan, selama ini kita merasa lelah, karena MALAH berlari mengejar dunia yang seharusnya CUKUP DENGAN BERJALAN..

Ya Allah, bimbinglah kami…!
Wallaahu a’lam bish shawwab…

April 17, 2016 at 8:48 am Tinggalkan komentar

Your Strength Can Kill You …..

(Di Copas dari Grup WA Madrasah Al Filaha untuk mengingatkan diri sendiri)

Seorang teman saya, sebut saja namanya Bintang, mengontak  saya minggu yang lalu. Bintang bekerja di sebuah perusahaan minyak dan baru saja menyelesaikan kontraknya di luar negeri.
Biasanya dia selalu mengambil 2 tahun kontrak kerja.
Seringkali di akhir masa kerjanya Bintang punya 2-3 alternatives, memperpanjang kontraknya atau menandatangani kontrak baru di tempat lain.
Masalahnya kali ini dunia oil and gaz sedang dilanda krisis. Jadi kontraknya tidak diperpanjang. Dan pulanglah dia ke tanah air. Ternyata industry oil and gaz juga mengalami situasi yang sama di sini. Mereka juga sedang sangat fokus pada efiensi dan mungkin harus mempertimbangkan untuk merumahkan karyawan karyawan mereka.
Jadi Bintang pun kesulitan mendapatkan pekerjaan yang baru.
Padahal a career in oil and gaz is all his life.
Dia tidak pernah mempertimbangkan untuk bekerja di industry lain atau bahkan dia juga tidak pernah belajar apapun selain di industry itu.
Jadi sekarang Bintang makin kesulitan mendapatkan pekerjaan, meskipun tadinya he was considered as one of the super talent in oil and gaz indutstry (makanya kontraknya selalu diperpanjang terus
, dengan kenaikan gaji yang lumayan pula).
Bintang pun galau dan kebingungan apa yang harus dilakukan?

Kasus Bintang adalah kasus klasik di mana seseorang (atau sebuah organisasi) merasa mempunyai strength yang hebat, dan kemudian berhenti belajar dan menganggap bahwa strength itu bisa menjadi modal kuat untuk seumur hidupnya.

Saya mempelajari itu sejak kecil. Tetangga saya adalah seorang penjual kain dan mempunyai kios di pasar. Sebut saja namanya Pak Jatmiko. Pak Jatmijo selalu ke Pasar Klewer di Solo setiap beberapa minggu sekali. Kemudian Pak Jatmiko akan menjual kain di pasar. Pelanggannya adalah para pembeli kain yang kemudian akan pergi ke penjahit untuk menjahitkan kain tersebut menjadi baju sesuai selera mereka.
Pak Jatmiko mempunyai good understanding kain dengan corak mana yang akan disukai pelanggannya. Dia juga mempunyai communication skills yang baik untuk berhubungan dengan pelanggannya.
Dengan strength itu pak Jatmiko menjadi pedagang yang berhasil dan dia pun menjadi salah satu orang terkaya di kampung kami.
Sampai suatu saat ……..
Orang orang di kampung kami mulai malas menjahitkan baju. Mereka mulai tidak sabar.
Mereka mulai beralih ke membeli baju jadi yang sudah siap dipakai.
Pak Jatmiko tidak berfikir ke sana karena dia selalu berfikir bahwa dia adalah penjual kain.
Akibatnya bisnisnya pun pelan pelan menurun drastis. Dan dari predikat sebagai salah satu orang terkaya akhirnya pendapatannya pub turun drastis.
Apakah anda melihat similarity antara kasusnya Bintang dan kasusnya Pak Jatmiko.
Dua-duanya adalah kasus di mana orang terlalu percaya dengan strengthnya tetapi akhirnya kariernya harus mati pelan pelan .
Dan itu ternyata tidak hanya berlaku bagi individu. Itu juga berlaku bagi organisasi atau perusahaan.

Kodak mati pelan pelan karena mereka terlalu percaya pada strength mereka (kemampuan membuat tinta cetak foto yang bagus), padahal orang orang lama lama tidak mencetak foto lagi.
Pada saat mereka telat untuk mengubah diri mereka pun mati pelan pelan.
Nokia Mobile Phone, juga mengalami nasib tragis.
Mereka mempunyai strength di voice quality of the phone and user friendly of the menu.
Tetapi pada saat orang tidak lagi menggunakan hanphone untuk menelpon dan lebih suka browsing and messaging, they lost their competitive advantage and business performance nya pun turun menukik tajam.
Juha Akras, HR leader mereka,  dalam sebuah interview dengan Business week menyatakan bahwa yang Nokia hadapi waktu itu adalah “ignorance complacency” dan bukanlah “arrogant complacency”.
Still, it was a complacency case kan?
Tidak semua organisasi gagal. Ada juga yang berhasil.
IBM berhasil mengubah dirinya dari sebuah product company (mainframe) menjadi service company (consulting service … dll).
Gerai-gerai Fuji Image Plaza yang tidak relevant lagi (karena orang tidak mencetak foto lagi), berubah menjadi 7-Eleven, atau Sevel kata anak-anak muda sekarang. And now they are even more succesfull.
So it is difficult but it is not impossible.
Mungkin dilakukan sih.
Seperti kita yang terbiasa menulis dengan tangan kanan (dan itu menjadi strength kita), ternyata suatu saat kita kecelakaan dan tangan kanan kita patah.
Touch the wood, and hope it will never happen.
Still, seandainya itu terjadi, dan ternyata kita tidak pernah belajar menulis dengan tangan kiri, we will really be in the deep shit, kan?

What is the learning lesson.
Mbok ya kadang kadang belajar menulis dengan tangan kiri?
(Atau sebaliknya, kalau anda kidal).
Apakah anda harus menunggu untuk patah tangan baru belajar menulis dengan tangan kiri?
Apakah perusahaan harus menunggu untuk bangkrut dulu dan baru mencari capability yang baru?
Apakah anda harus kehilangan pekerjaan dan kesulitan mencari pekerjaan baru sebelum anda mempelajari skills yang lain?
Learn to write with both hands.
If one hand cannot write well, practice then.
Learn the new skills for your career, they might save your life!

Begitu juga dengan perusahaan pelatihan. Berapa lama anda akan yakin bahwa layanan pelatihan seperti saat ini tetap relevan dalam jangka panjang?

Jadi bagaimana dong.

Berikut adalah beberapa langkah yang bisa anda terapkan.

1) Follow the global trend.
What is happening and what will be happen in the future.
Issue issue green environment sudah ditiupkan sejak tahun 1980-an. Di Eropa  malah sudah banyak Partai Politik yang green.
Sejak saat itu ….
Tinggal menunggu waktunya  bahwa harga minyak akan jatuh.
Dan ini berlaku dalam semua industry.
Kalau anda di dunia photography anda harus ya sudah mengamati bahwa jumlah photo yang dicetak  makin lama makin turun.
Kalau anda di banking industry, mestinya anda mengamati bahwa jumlah pelanggan yang pergi ke branch makin sedikit, karena mereka lebih suka menggunakan ATM, digital banking atau mobile banking.
Observe what happen in your industry. Observe what happen with consumer behavior.

2) Identify what are the potential gaps.
Based on your observation, identify what are the new skills that you need to learn.
Pak Djatmiko mungkin harus mengubah bisnisnya menjadi toko pakaian jadi.
Kodak mungkin harus mengembangkan organizational capability dalam digital and software.
What are the new skills that you need to learn?

3) Learn again.

Pelajarilah hal baru tersebut. Make it become a priority.
Mungkin ada yang lebih suka olahraga berlari daripada berenang. Tapi kalau suatu saat anda tenggelam di sungai atau di pantai, anda akan bersyukur bahwa anda pernah belajar  berenang.
Mungkin anda enjoy dan hobby mempelajari skills yang berhubungan dengan pekerjaan anda yang sekarang. But you never know, a new skills can save your career and your life in the future.

4) Build your network.
Again,  enhance your network with people not only from your industry, but from other indistry. You will learn more information. And they can share more knowledge when you need them.
Sometimes, when you will need job, they can safe your life.

5) Consider carefully if you want to stay in this job our change your career.

After looking at the trend and you develop your competences, you need to carefully analyze if you want to stay or you want to move with a new career.
I left Nokia during the glory time, and I got 3 job offers.
I would have more difficulty in finding new jobs if they were already in big difficulty.
I moved from Telco industry to Banking industry 3 years ago.
The timing is everything.
Dont follow Bintang where he only try to find new job when he lost his job.
Actually the best time to find a job is when you still have a job, and you perform well in that job. You will have a strong bargaining and negotiation power.
Jadi kemampuan anda membaca situasi dan mengambil keputusan yang tepat pada saat yang tepat adalah satu hal yang akan menyelamatkan karier dan hidup anda .

Remember, your strength can kill your ( or your career).
So you better have a plan B to save your career (and your life).

Maret 14, 2016 at 11:31 pm Tinggalkan komentar

Pelajaran Berdagang dari Ust. Muhaimin Iqbal dan Ust Yusuf Mansyur

Dalam sebulan ini saya mendapat pelajaran yang sangat berharga. Satu dari Bp Muhaimin Iqbal www.geraidinar.com dan satu lagi dari Ust. Yusuf Mansyur.  Kedua guru favorit ini begitu detil dan kuat (dalil argumetasi syar’i) dalam mem brake-down materi tentang berwirausaha.


Pelajaran Pertama.

Dari Bpk Muhaimin Iqbal adalah bahwa “berdagang itu sangat mudah” jika produk yang kita jual adalah produk yang baik. Orang akan rela mengantri, memperbincangkannya, bahkan mau membayar lebih dulu untuk mendapatkankannya.

Pertanyaanya “produk yang baik” itu seperti apa? Disinilah menariknya. Definis “produk yang baik” itu tidak diambil dari kamus, tidak dari akademisi, dan tidak dari praktisi. Tetapi definisi “produk yang baik” diambilkan dari Alqur’an. Yakni surat Ibrahim (surat ke 14 dalam Al-Qur’an) ayat ke 24-26.

“Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Alloh telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, (QS 14 : 24)

Pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seijin Tuhannya. Alloh membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat.(QS 14 : 25)

Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikit pun”.(QS 14 : 26)

Kata “Kalimat yang baik” diatas, oleh ahli tafsir maknanya adalah perbuatan yang baik.

Dari definisi diatas, jelas bahwa untuk menentukan produk itu baik atau tidak, bisa dilihat dari akarnya kuat atau tidak. Akar untuk suatu produk adalah “alasan kehadiran produk itu”. untuk apa? Jika akarnya (alasan mengapa produk itu ada) kuat, orang akan mudah memperbincangkan produk itu yang efeknya getok tular” maupun viral akan seperti pohon yang cabangnya menjulang ke langit. Dan, Produk itu akan ber-buah (Bermanfaat bagi banyak orang) dengan seijin Tuhannya.

Maka, agar kita tidak setengah mati dalam berdagang (menjual produk) hal pertama yang harus dipenuhi adalah menemukan “produk yang baik” itu. Yang kriterianya jelas; akarnya (alasan mengapa produk itu ada) kuat. Orang mudah memperbincangkannya sehingga produk itu gampang terkenal (seperti pohon yang cabangnya menjulang ke langit). dan Produk itu harus bermanfaat bagi banyak orang atau seperti pohon yang berbuah dengan seijin Rabb-nya.


Pelajaran kedua dari Ust. YM.

Ust. YM begitu sapaan beliau memaparkan tentang berbisnis dengan lebih ringan. Tanpa basa basi. Setelah dibuka oleh direktur PayTren – sebuah Perusahaan yang bergerak dibidang “Jasa Layanan Pembayaran”, Ust YM tanpa tedeng aling-aling menggebrak bahwa PayTren memang MLM (Multi Level Marketing). “Emang kenape,.. ada masalah dengan MLM?” begitu sapa beliau.

Saya sendiri tersentak. Karena saya sangat tidak suka dengan MLM. Dan pernah mendengar ada Ulama yang mengharamkan MLM. Apa yang membedakan MLM Ust YM dengan yang lain?

Yang membedakan adalah; MLM pada umumnya hanya “money game”. Contohnya, Anda punya produk yang biaya produksinya Rp.5.000,- dijual dengan harga Rp.50.000,- keuntungan sebesar 45.000 itulah yang dibagikan menjadi bonus jaringan. Harga yang bayar konsumen jauh melebihi manfaat yang diterima konsumen. Harganya menjadi sangat mahal.

Apa bedanya dengan MLM ala Ust YM?

Pertama, bonus jaringan yang dibagikan buka didapat dari menaikan harga yang begitu tinggi. Tetapi didapat dari pembagian keuntungan yang wajar. Semisal keuntungan dari jasa pembayaran listrik yang hanya Rp 3.500,-/transaksi. Itulah yang dibagi ke mitra mitra. Kecil dong? Memang kecil , tapi kalo dikali dengan jumlah yang banyak hasilnya ya tetap banyak.

Oleh karena itu dipilihlah Bidang “Jasa Pembayaran”. Yang bisa melayani seluruh orang. Orang mau bayar litrik?, mau beli tiket pesawat? Mau beli pulsa? bisa lewat situ. Jika sudah bergabung, kita bisa mengisi sendiri semua kebutuhan kita, bahkan bisa ikut jualan, mau jualan pulsa? Jualan tiket, jualan listrik? Semua bisa.

Loh kan MLM? Berarti harganya mahal dong??? Itulah kelebihan MLM ini, harga produk yang dijual, sama dengan yang lain. Bahkan bisa lebih murah. Lha terus kita sebagai mitra keuntungan nya sedikit dongg,.. ? Emang sedikit tapi coba kalikan seluruh orang indonesia disekitar anda.

Dari Data tahun 2013 Potensi keuntungan “Jasa Pembayaran” mencapi Rp.340Trilliun. Tahun ini 2015 diperkirakan melonjak ke 600 Trilliun. Angka yang kecil?

Lebih dari itu, Bisnis ini telah memenuhi kriteria “produk yang baik”. Karena memenuhi kriteria seperti QS 14 ayat 24-26 sbb;

  1. Alasan lahirnya produk ini semata semata untuk membantu ummat. Yah,. Membantu, anda perlu tiket pesawat tidak perlu lewat orang lain. Lewat diri anda sendiri, harganya? Sama dengan dimanapun. Anda perlu pulsa? Tak perlu ke toko pulsa, pake paytren. Harganya sama jika beli di tempat umum. Dan tidak ada mark-up. Pembagian hasil keuntungannya jelas dan transparan.
  2. Orang mudah bercerita kepada yang lainnya yang menimbulkan efek getok tular dan viral.
  3. Dan insyaalloh produk ini berbuah. Membawa manfaat bagi sesama.

Bagaimana jika kita punya produk sendri? Bagaimana membuatnya agar memenuhi kriteria “Produk yang Baik”. Ust YM memberikan tips bahwa bisnis tidak akan bisa besar jika orientasinya pribadi. Misal buka bakso agar cepet kaya, biasanya malah sulit kaya. Karena tujuannya salah. Perbaikilah Niat dengan minimal dua parameter. Satu berorientasi ummat/pelanggan, yang kedua memenuhi standart syar’i. Insyaalloh dimudahkan oleh Alloh SWT.

Contohnya,

  1. Jualan Karpet. Niatkan untuk membantu orang agar sholatnya nyaman karena sholat dengan karpet yang bagus.
  2. Jualan Herbal, Niatkan agar orang mudah mendapat produk herbal yang bagus sehingga konsumen mendapat kesehatan dan dapat bersyukur atas kesehatannya.

Semoga kita dapat mengamalkannya. Saya sendiri belum ikut MLM nya Ust YM ini. Tetapi mulai terbuka pikiran bahwa tidak semuanya MLM buruk.

Oktober 17, 2015 at 7:32 am Tinggalkan komentar

Wadas Lintang Ketika Kemarau

Wadas Lintang

Sesuatu yang terbatas cenderung dicari banyak orang. Seperti yang terjadi ketika musim kemarau ini. Dimana karena turunnya permukaan air membuat tebing tebing bebatuan yang biasanya tenggelam oleh air menjadi terlihat. Dan menjadi tempat paling diminati untuk ber foto selfie. Itulah yang terjadi di waduk Wadas lintang. Waduk yang terletak di perbatasan Wonosobo dan Kebumen.

Meskipun untuk kesana harus melalui medan yang berkelok tajam, tetapi justru itulah kelebihan daerah ini. Perjalanan dari wonosobo yang berudara dingin terasa lebih bernilai “my trip my adventure” ketika melewati kelokan tajam dengan pinggiran jurang yang curam.

Sesampai dilokasi anda tidak bisa langsung masuk. Karena untuk masuk mobil tidak bisa berpapasan. Sehingga harus buka tutup. Dan yang paling menarik adalah manajemen pengelolaanya. Mulai dari traffic keluar masuk, tempat parkir yang lapang karena memang lapanga sepakbola, hingga tarif dan harga makanan yang diawasi oleh pengawan lokasi. Semisal tarif untuk mengelilingi waduk sudah ditetapkan maks 10rb/orang, jika ada yang menarik lebih dari itu maka pengawas akan bertindak. Tidak hanya itu saja pedaganag makanan dan minuman juga di tata dengan apik. Salah satunya jika ada pedagang yang menjual minuman teh berbotol lebih dari 3500, pengawas akan bertindak.

Bagaimana caranya semua pengunjung tau aturan ini? Pengelola memasang Toa (pengeras suara) yang selalu mengingatkan akan hal ini, selain berfungsi sebagai media promo juga sebagai media informasi untuk seluruh pengunjung. Benar benar sebauh manajemen yang sangat baik padahal itu tempat berada di pucuk pedesaan.

Hasilnya, pengunjung merasa nyaman, tidak ada rasa kuatir ketika beli dimahalin, dlsb. Akhirnya, semua riang- semua senang. Pedagang dapat uang, pembeli dapat makan. Dan yang penting tidak boros uang.

Oktober 15, 2015 at 3:18 am Tinggalkan komentar

KEJAMNYA WAKTU SUBUH….

Di Copas dari FB Abu Qomar Al Faruq

Sahabat…
Saya yakin di antara kita sudah mengetahui keistimewaan waktu Subuh. Hari ini ada baiknya kita melihat waktu Subuh dengan kacamata yang lain, yaitu dari bahaya waktu Subuh bila kita tidak dapat memanfaatkannya.

Allah bersumpah dalam Al Fajr : “Demi fajar (waktu Subuh)”. Kemudian dalam Al Falaq Allah mengingatkan: “Katakanlah! aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai waktu subuh”.
Ada apa dibalik waktu Subuh? Mengapa Allah bersumpah demi waktu Subuh? Mengapa harus berlindung kepada yang menguasai waktu Subuh? Apakah waktu Subuh sangat berbahaya?

Ya, ternyata waktu Subuh benar-benar sangat berbahaya!
Waktu Subuh lebih kejam dari sekawanan perampok bersenjata api.
Waktu Subuh lebih menyengsarakan dari derita kemiskinan.
Waktu Subuh lebih berbahaya dari kobaran api yang disiram bensin…

Jika ada sekawanan perampok menyatroni rumah anda, dan mengambil paksa semua barang anda. Emas dan semua perhiasan di gondolnya. Uang cash puluhan juta ditilepnya. Laptop, yang berisi data-data penting anda juga diembatnya. Eh, mobil yang belum lunas juga digasaknya. Bagaimana rasa pedih hati anda menerima kenyataan ini?

Ketahuilah, bahwa waktu Subuh lebih kejam dari perampok itu. Karena jika anda tertindas sang waktu Subuh sampai melalaikan shalat fajar, maka anda akan menderita kerugian lebih besar dari sekedar laptop dan mobil. Anda kehilangan dunia dan segala isinya. Ingat, “Dua rakaat fajar lebih baik dari dunia dan segala isinya” (HR Muslim).

Waktu Subuh juga lebih menyengsarakan dari sekedar kemiskinan dunia. Karena bagi orang-orang yang tergilas waktu Subuh hingga mengabaikan shalat Subuh berjamaah di masjid, maka hakikatnya, merekalah orang-orang miskin sejati yang hanya mendapatkan upah 1/150 (0,7%) saja pahala shalatnya.

“…dan barangsiapa yang shalat Subuh berjamaah, maka ia bagaikan shalat semalam suntuk” (HR Muslim).

Shalat semalam suntuk adalah shalat yang dikerjakan mulai dari tenggelamnya matahari sampai terbit fajar. Fantastis! Shalat selama sepuluh jam…, atau kurang lebih 150 kali shalat! Betapa agung fadilah shalat Subuh berjamaah ini. Betapa malangnya orang yang tergilas waktu Subuh, orang-orang yang mengabaikan shalat subuh berjamaah di masjid.

Waktu Subuh juga lebih berbahaya dari kobaran api yang disiram bensin. Mengapa demikian? Tahukah anda bahwa nabi menyetarakan dengan orang munafik bagi yang tidak mampu melaksanakan shalat Subuh berjamaah?

“Sesungguhnya tiada yang dirasa berat oleh seorang munafik, kecuali melaksanakan shalat Isya dan shalat Subuh. Sekiranya mereka tahu akan keagungan pahalanya, niscaya mereka bakal mendatanginya (ke masjid, shalat berjamaah) sekalipun harus berjalan merangkak-rangkak” (HR Bukhari Muslim).

Orang yang tergerus waktu Subuh hingga tak mampu mendatangi masjid untuk shalat berjamaah adalah orang yang dalam keadaan bahaya, karena disetarakan dengan orang munafik. Padahal, ancaman bagi orang munafik adalah neraka Jahannam. “Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahannam” (An Nisa:140).

Bukankah Jahannam lebih berbahaya dari sekedar kobaran api yang disiram bensin?

Nah, agar tidak merasakan tindasan waktu Subuh yang lebih kejam dari perampokan, agar tidak terkena gilasan waktu Subuh yang lebih menyengsarakan dari derita kemiskinan, dan agar tidak tertelan gerusan waktu Subuh yang lebih berbahaya dari kobaran api, maka: “Katakanlah! aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai waktu subuh” (Al Falaq:1). Yaitu dengan memanfaatkan waktu Subuh sebaik-baiknya. Lakukan shalat sunnah (shalat fajar) dan shalat berjamaah di masjid.

Semoga bermanfaat dan Dapat diambil Hikmah-Nya.

Agustus 6, 2015 at 12:06 am Tinggalkan komentar

Mengkuti orang

Pagi ini tanggal 26 Romadlon 1436 H atau 13 Juli 2015 kebetulan membaca QS Al Baqoroh 165 – 167. Ada yang sangat menarik hingga saya pun menulisnya disini sebagai pengingat-ingat diri sendiri agar ketika membutuhkan panduan bisa membukanya dengan cepat.
Ketertarikan ini muncul ketika sampai pada ayat ke 165, 166 dan 167 surat Al Baqoroh yakni;

2. Al Baqoroh 165:

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْدَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ ۖ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ ۗ وَلَوْ يَرَى الَّذِينَ ظَلَمُوا إِذْ يَرَوْنَ الْعَذَابَ أَنَّ الْقُوَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا وَأَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعَذَابِ

“Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal).”

2. Al-Baqarah : 166

إِذْ تَبَرَّأَ الَّذِينَ اتُّبِعُوا مِنَ الَّذِينَ اتَّبَعُوا وَرَأَوُا الْعَذَابَ وَتَقَطَّعَتْ بِهِمُ الْأَسْبَابُ

“(Yaitu) ketika orang-orang yang diikuti itu berlepas tangan dari orang-orang yang mengikutinya, dan mereka melihat azab; dan (ketika) segala hubungan antara mereka terputus sama sekali.”

2.Al-Baqarah : 167

وَقَالَ الَّذِينَ اتَّبَعُوا لَوْ أَنَّ لَنَا كَرَّةً فَنَتَبَرَّأَ مِنْهُمْ كَمَا تَبَرَّءُوا مِنَّا ۗ كَذَٰلِكَ يُرِيهِمُ اللَّهُ أَعْمَالَهُمْ حَسَرَاتٍ عَلَيْهِمْ ۖ وَمَا هُمْ بِخَارِجِينَ مِنَ النَّارِ

“Dan berkatalah orang-orang yang mengikuti: “Seandainya kami dapat kembali (ke dunia), pasti kami akan berlepas diri dari mereka, sebagaimana mereka berlepas diri dari kami”. Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka amal perbuatannya menjadi sesalan bagi mereka; dan sekali-kali mereka tidak akan keluar dari api neraka.”

Membaca ayat tersebut membuat timbul keinginan untuk membaca surat sebelumnya ( QS 2 : 165) yang ternyata berisi penjelasan tentang orang orang yang dimaksud dalam ayat 166 sebagaimana berikut.

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْدَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ ۖ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ ۗ وَلَوْ يَرَى الَّذِينَ ظَلَمُوا إِذْ يَرَوْنَ الْعَذَابَ أَنَّ الْقُوَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا وَأَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعَذَابِ

“Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal).”

Dari rangkaian ayat ayat tsb tiba tiba otak ini meloncat pada fatwa ulama bahwa kita dilarang untuk bertaqlit buta. Dan tiba tiba pula teringat tentang perbedaan perbedaan yang hingga melemahkan persaudaraan semisal tentang wacana islam nusantara dll.

Hingga akhirnya teringat vidio yang beredar di youtube dari Dr. Zakir Naik yang membacakan surat Ali Imron ayat 103. Tentang seruan agar jangan bercerai berai. Ayatnya sebagaimana berikut.

3.Ali-‘Imran : 103

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.”

Sebagai pengingat diri agar tidak mudah terprovokasi.

Juli 12, 2015 at 11:41 pm Tinggalkan komentar

Pos-pos Lebih Lama


Masukan email anda untuk berlangganan update artikel dari blog ini

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Chatting Dengan Saya?

Twitter